Tentang Meninggalkan dan yang Ditinggalkan

Ada sebuah dialog dalam film ‘Malaikat Tanpa Sayap’ yang menarik perhatianku,

“Cinta bukan masalah memiliki. Cinta adalah berani untuk pergi, atau ditinggal pergi…”

Mungkin dialog ini tak berbeda dengan lirik lagu penyanyi favoritku, Melly Goeslaw feat. Krisdayanti yang berjudul ‘Cinta’,

“Bagaimanapun hidup memang hanya cerita. Cerita tentang meninggalkan dan yang ditinggalkan…”

Ya, hidup dan cinta adalah persoalan pergi atau ditinggal pergi, meninggalkan dan yang ditinggalkan. Kalau disuru memilih, antara meninggalkan dan ditinggalkan, aku lebih memilih untuk ditinggalkan. Karena menurutku, ditinggalkan itu lebih sakit daripada meninggalkan. Jadi, aku gak mau orang lain merasakan hal yang lebih menyakitkan daripada yang aku rasa. Itu menurutku.

Yeah… Pada akhirnya aku menyimpulkan sendiri, hidup dan cinta adalah persoalan pergi atau ditinggal pergi, meninggalkan dan yang ditinggalkan. Intinya tak hanya ‘hidup’ saja, tapi juga karena ada ‘cinta’lah kita bisa dan harus merasakan yang namanya ditinggalkan atau meninggalkan. Bagaimana bisa kamu mengatakan bahwa seseorang meninggalkanmu atau kamu ditinggalkan seseorang kalau kamu dan dia hanya ‘hidup’ saja, tanpa memiliki rasa ‘cinta’. Tetangga sebelah pindah rumah aja kamu mungkin gak ngerasa sedih atau gimana-gimana kalau kamu tidak mencintai mereka sepert mencintai keluarga sendiri. Kucing yang mati di jalanan aja gak akan kamu tangisi seperti kamu menangisi kepargian sahabat sendiri kalau kamu gak memiliki rasa cinta. Bener, gak? Atau kalau menurut kalian, gimana???🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s