Movie: Malaikat Tanpa Sayap

“Kita punya pilihan buat jalanin hidup. Tapi kita nggak punya pilihan, buat mati…”

Ini salah satu cuplikan dialog dalam film Malaikat Tanpa Sayap. Film Indonesia? Kenapa enggak. Film ini rilis pada 9 Februari lalu. Seperti beberapa film Indonesia lainnya, film ini masih bercerita tentang ‘kematian’, ‘menghargai hidup’ dan ‘pengorbanan’.

Vino (Adipati Dolken) dihadapkan pada situasi sulit dan serba salah semenjak papanya Amir (Surya Saputra) mengalami kebangkrutan. Usai ditinggal mamanya, Mirna (Kinaryosih), adiknya yang baru berusia 5 tahun bernama Wina *kayak namaku😛 (Geccha Qheagaveta) harus dioperasi karena kakinya infeksi. Untuk biaya operasi adiknya Vino sampai mencuri. Ketiadaan biaya pun memaksanya berhenti sekolah. Keadaan ini membuat hubungan Vino dengan papanya semakin tidak harmonis. Ketika mendonorkan darah untuk adiknya, di rumah sakit Vino bertemu dengan Calo donor organ tubuh (Agus Kuncoro) yang menawarkan sejumlah uang dalam jumlah besar jika Vino mau mendonorkan jantungnya. Di tengah keputusasaannya Vino kemudian menerima tawaran calo itu. Di rumah sakit itu pula dia bertemu dengan Mura (Maudy Ayunda). Hubungan mereka semakin dekat. Semenjak mengenal Mura, Vino merasa hidupnya semakin utuh. Namun dia harus menerima kenyataan bahwa orang yang membutuhkan jantungnya itu adalah Mura yang ternyata mengidap penyakit jantung. Vino dihadapkan pada pilihan yang sulit. Di saat dia telah memutuskan menyerahkan jantungnya, akhirnya ada seorang malaikat tanpa sayap yang memberikan hidupnya demi anaknya sendiri. Tak lain dan tak bukan adalah papa Vino. Nuansa film ini semakin terasa karena dipadukan dengan Sountrack ‘Malaikat juga Tahu’ Dewi Lestari.

Lelahmu…jadi lelahku juga
Bahagiamu…bahagiaku pasti
Berbagi takdir kita selalu
Kecuali tiap kau jatuh hati

Kali ini hampir habis dayaku
Membuktikan padamu ada cinta yang nyata
Setia hadir setiap hari
Tak tega biarkan kau sendiri
Meski seringkali kau malah asyik sendiri

Karena kau tak lihat
Terkadang malaikat tak bersayap
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Hampamu tak kan hilang semalam
Oleh pacar impian, tetapi kesempatan
Untukku yang mungkin tak sempurna
Tapi siap untuk diuji
Ku percaya diri, cintakulah yang sejati

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juga tahu
Siapa yang jadi juaranya

Kau selalu meminta terus kutemani
Dan kau s’lalu bercanda andai wajahku diganti
Melarangku pergi karena tak sanggup sendiri

Namun tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap,
Tak cemerlang, tak rupawan
Namun kasih ini, silakan kau adu
Malaikat juag tahu
Aku kan jadi juaranya

Kedua pemeran utama di film ini, Adipati Dolken dan Maudy Ayuda, kembali beradu akting sabagai Keenan dan Kugy dalam  fillm yang sangat sangat sangat aku nantikan. Yup, ‘Perahu Kertas’. Film adaptasi dari novel dengan judul yang sama karya Dee (Dewi Lestari) ini akan berlayar Agustus nanti. Gak sabarannn pengen cepat-cepat liat filmnya. Penasaran!😀

4 thoughts on “Movie: Malaikat Tanpa Sayap

  1. Hyowon says:

    saya suka banget sama filmnya
    keren dan menyentuh
    hampir putus asa karena vino uda minum ‘obat’nya
    tapi akhirnya muncul malaikat tanpa sayap
    I like it, love Dee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s