A New Chapter, A New Life

Tertanggal Jumat, 2 Mei 2014, sebuah babak baru dalam hidupku dimulai. Kini aku tak hanya menjadi seorang anak, tapi juga seorang istri. Yupz, I’ve already married.🙂

Bermula ketika datang seorang lelaki dalam kehidupanku yang langsung ngajak nikah. Gak pake PDKT, gak minta jadi pacarnya. Karena waktu itu aku masih kuliah dan kampus memiliki peraturan ‘tidak menikah selama masa pendidikan’, semua proses menuju hari bahagia ini pun baru bisa terlaksana setelah hari kelulusanku. Banyak yang lantas memberi ucapan selamat. Berbagai komentar dan pertanyaan pun muncul,

Kok cepet banget nikahnya?
Segampang itukah memutuskan untuk mengakhiri masa lajang?
Gimana kamu yakin kalau pilihan kamu sudah tepat?

Itulah beberapa pertanyaan yang sering dilontarkan orang-orang sekitar, terutama teman-teman yang belum atau akan segera menikah. Hmm… Sebenarnya aku sendiri tak tahu jawaban dari semua pertanyaan-pertanyaan itu. Hehe…

Aku tak pernah terlalu mengatur bagaimana rencana hidupku. Kapan aku menikah, kapan aku S2, dst. Aku hanya tak pernah berhenti bermimpi, memiliki banyak keinginan yang suatu saat akan terwujud atas izinNya. Tapi aku tak pernah merencanakan sebelumnya, mana yang lebih dulu, mana yang belakangan. Aku hanya percaya rencana Allah itu pasti indah.

23 my age~

23 my age~

Di lingkunganku, usiaku memang masih terbilang muda untuk menikah. Tapi jodoh itu di tangan Allah, bukan? Menikah pun atas kehendakNya. Bagaimana prosesnya, dinikmati saja dan berserah pada Allah. Entah bagaimana kalimat yang tepat menggambarkan suatu keyakinan dan  kesiapan jasmani rohani kita untuk menikah. Hanya kita dan Allah yang tahu. Aku juga sempat bertanya kepada mentor Rohisku, “Gimana nih, Mbak? Aku udah dilamar, apa aku siap dan mampu?”. Lalu si mbak menjawab, “Dek, kalau udah ada yang lamar, itu berarti Allah tahu kamu udah siap dan mampu”.😉

Aku juga tak tahu bagaimana menuliskan bahwa aku yakin kakak orang yang tepat. Bahkan hanya dari pertemuan-pertemuan kami yang terhitung jari. Aku yakin banget, udah gitu aja. Mungkin ini yang namanya rahasia Allah. Semua perasaan yakin dan keteguhan hati itu sangat sulit diungkapkan. Yang aku tahu, aku merasa excited menjalani hidup bersama kakak, bahagia luar biasa, dan selalu berikhtiar agar dapat menjalankan ibadah suci ini demi meraih ridhoNya.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s