Book Review: Menjadi Penulis Profesional Itu Mudah

Judul Buku      : Menjadi Penulis Profesional Itu Mudah
Penulis             : A. Rahmad Rosyadi
Penerbit           : Ghalia Indonesia
Tahun Terbit    : 2008
Tebal               : XII+147 Halaman
ISBN               : 978-979-450-552-6

Main Idea Buku

Buku ini merupakan panduan menulis yang dipersembahkan kepada guru dan dosen maupun para calon penulis pemula. Para penulis profesional dapat juga membaca buku ini sebagai penyegaran. Panduan dalam buku ini lebih menekankan pada proses kreatif menulis dan menerbitkan buku sekolah dan perguruan tinggi, mulai dari potensi penulisan buku hingga proses penerbitan dan pemasaran. Buku ini berisi motivasi untuk menulis serta perpaduan antara teori dan praktek. Semua disajikan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan sehingga dapat memperkuat profesionalitas seseorang di bidang kepenulisan. Buku ini juga dilengkapi dengan lampiran Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah di Seluruh Indonesia.

Uraian Singkat tentang Isi Buku

Pada bagian pertama, penulis mengawali isi buku ini dengan memberikan motivasi dan pertimbangan untuk menjadi penulis profesional. Seseorang bisa saja menjadi penulis tanpa tahu teorinya. Akan tetapi tulisannya sulit dimengerti oleh orang lain, baik secara jurnalistis maupun akademis. Itu sebabnya penulis pemula perlu mempelajari panduan menulis, baik itu dengan mengikuti pelatihan maupun mempelajari teknik penulisan dari berbagai buku. Salah satu cara menerapkan hasil belajar menulis adalah dengan menjadi penulis amatiran, yaitu menulis sekarang juga dengan cara menulis tentang apa saja, kapan, dan dimana saja.

Menjadi penulis profesional seperti halnya penulis amatiran memerlukan proses belajar dan membutuhkan waktu. Penulis profesional juga harus meningkatkan frekuensi membaca buku, terutama yang berkaitan dengan substansi materi yang akan ditulisnya. Seorang penulis profesional tidak akan menulis hal yang tidak dikuasainya. Melalui buku ini, proses menulis hingga menerbitkan buku menjadi tak sesulit yang dibayangkan.

Setidaknya ada lima hal yang dapat menjadi motivasi dan pertimbangan bagi dosen, guru, maupun penulis pemula dalam menulis buku, yaitu menulis merupakan tantangan (dunia ajar-mengajar memerlukan buku acuan wajib, buku pengayaan, dan buku referensi), market buku bagi perguruan tinggi yang sangat potensial, sekolah masih memerlukan beragam buku, menjadikan karya ilmiah sebagai sumber gagasan penulisan, membuka peluang karir bagi dosen dan guru.

Pada bagian kedua, penulis membahas proses penulisan buku. Menulis apa pun selalu diawali dengan penemuan gagasan atau ide tentang apa yang akan ditulis. Bagi seorang penulis, gagasan tidak akan muncul begitu saja. Gagasan sering kali didahului dengan sejumlah aksi, seperti memperbanyak membaca buku, memerhatikan fenomena kehidupan, melakukan survei buku, mempelajari segmen pembaca, dan mendiskusikan topik dengan orang yang ahli di bidang yang akan ditulis.

Gagasan penulisan harus segera dirumuskan agar penulis menjadi fokus dalam kajiannya. Caranya dengan mengidentifikasi masalah, menyiapkan tema, menetukan topik, merumuskan judul, menyiapkan ragangan/outline, dan menyiapkan sumber penulisan. Selanjutnya proses penulisan dapat segera dimulai. Tuliskan gagasan secara tematis berdasarkn hasil pnelusuran, analisis, diskusi, teori, dan pendapat para ahli di bidangnya. Namun jangan dulu terlalu memikirkan tata bahasa. Tuliskan saja ide/gagasan yang muncul dalam benak penulis supaya tidak hilang. Karena bagi penulis pemula menyusun kaliamat awal yang sesuai dengan tata bahasa dianggap sulit. Menulis juga tidak harus selalu dimulai dari bab awal. Menulislah dengan kreatif dan mempertimbangkan unsur-unsur tulisan yang terdiri dari rangkaian huruf, suku kata, kata, frasa, dan klausa, struktur kalimat, serta pengembangan paragraf.

Bagi dosen dan guru, Satuan Acara Perkuliahan (SAP) dapat menjadi gagasan penulisan buku program studi ataupun buku pengayaan. Pokok ataupun subpokok dalam SAP juga dapat dikembangkan menjadi beberapa buku lagi. Bentuk penulisannya bisa berupa buku ilmiah popular atau buku how to/buku terapan. Buku-buku semacam ini justru banyak diminati oleh para praktisi di berbagai bidang bisnis. Hal ini juga dapat menghindari kejenuhan market buku.

Pada bagian ketiga, penulis mengulas tentang pola penulisan buku, format pengetikan naskah, serta design dan anatomi buku. Pola penuluisan terdiri dari deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Selanjutnya, pengetikan naskah buku dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu format sendiri, format penerbit, dan format komputer. Buku yang baik harus mampu menggerakkan pikiran pembacanya dalam arti si pembaca mampu menyerap gagasan penulisnya. Sebuah buku dianggap baik dan lengkap bila kehadirannya memenuhi empat unsur, yaitu: cover, preliminaries/halaman-halaman awal/ halaman romawi, text matter/isi buku, dan postliminaries/ bagian akhir buku.

Pada bagian keempat dan kelima penulis mengulas tentang editing dan proses penerbitan. Naskah atau draf buku yang telah selesai ditulis pasti belum layak untuk dikirim langsung ke penerbit. Untuk itu penulis wajib melakukan editing atau penyuntingan terlebih dahulu. Editing dilakukan berkaita dengan isi/mteri.gagasan, keseimbangan paragraf, kebahasaan, dan sitematika regangan. Selanjutnya naskah dapat dikirim ke penerbit. Perlu diketahui mencetak dan menerbitkan buku itu merupakan dua hal yang berbeda. Mencetak buku prosesnya sangat sederhana sementara penerbitan buku perosesnya agak rumit dan memerlukan waktu yang relative lebih lama.  Pada proses penerbitan terdapat kontrak antara penulis dan pihak penerbit. Oleh karena itu, dunia penerbitan perlu dipahami oleh orang yang akan terjun ke dunia penulisan.

Pada bagian akhir, penulis menuturkan bahwa memang terdapat stigma negatif dalam menjadi seorang penulis. Di antaranya, stigma negatif bahwa menjadi penulis itu sulit kaya, buku yang diterbitkan tidak laku dijual, dan masih maraknya pembajakan buku. Namun demikian efek domino dari menulis buku sungguh luar biasa. Sebut saja menjadi terkenal di mana-mana bahkan di sepanjang sejarah kehidupan, bias menjadi lading pekerjaan, meningkatkan karir, mendapatkan berbagai tawaran seminar, bedah buku, lokakarya, workshop, dan pelatihan buku, serta dapat berkunjung ke berbagai daerah.

Untuk menulis buku, saat ini kita dimanjakan oleh mesin pengolah kata dan data yang disebut komputer. Sangat disayangkan jika fasilitas itu tidak dijadikan sebagai peluang untuk menulis berbagai karya tulis yang bermanfaat. Menulis di era globalisasi ini sangat mungkin mendapatkan segalanya, selain kepuasan, juga keuangan. Oleh karena itu, mulailah menulis sekarang juga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s