Nasution’s Kitchen: JAMU KUNYIT ASEM

Sore-sore bikin jamu yuk~. Mungkin gak banyak yang tahu kalau bidadari tomboy ini suka minum jamu *xoxo*. Ini memang tak lepas dari budaya mamakku yang orang jawa. Yups, selain Boru Panggoaran-nya ayah, aku ini Puteri Solo-nya mamak, hehehe. Jadi selama di rumah, setiap dua atau tiga hari bikin jamu. Kalau ayah lebih ekstrem lagi, nyamil kencur doank. Kalau pas kuliah di Jakarta, biasanya aku beli jamu di pasar Bonsay dekat kosan. Aku paling suka jamu kunyit asem sama beras kencur. Sukaaaaa banget sama aroma dan rasanya.

Bareng Ibu Jamu Langganan di Pasar Bonsay :3

Sebelum kuliah, mampir dulu ke ibu jamu langganan di Pasar Bonsay :3

Memang kebanyakan orang gak suka minum jamu, meskipun sudah tahu kalau jamu itu banyak manfaatnya. Terlebih, kebanyakan orang gak suka karena baunya. Padahal yang menurut orang-orang bau ini bila rajin dikonsumsi justru bisa mengurangi bau badan loh~. Selain itu badan jadi segar, mengobati masuk angin, dan menjaga kecantikan juga.😉 Jadi, inilah rahasia kecantikan bidadari tomboy, wkwkwk… Apalagi aku orangnya jarang banget pake make up. Paling kalau ada acara doank. Ke skin care juga belum pernah. Paling perawatan harian aja sama minum jamu kesukaan. Hihi…

Back to topic! Ah ya, lain kali aku share lagi deh kisah lain tentang jamu. Sekarang, coba bikin jamu ala Nasution’s Kitchen dulu yuk! Gampang kok, bahan-bahannya juga mudah ditemukan di pasar. Kalau di rumah, ada tanaman umbi-umbian untuk jamu ini di halaman belakang.🙂

Bahan-bahannya:IMG_20140116_174648
-Kunyit [3 buah ukuran sedang]
-Kencur [1 buah ukuran sedang]
-Gula merah secukupnya
-Air hangat secukupnya

Cara bikinnya:
-Kupas kunyit dan kencur lalu dicuci.
-Parut kunyit dan kencur.
-Tambahkan air hangat ke hasil parutannya lalu saring airnya.
-Larutkan gula merah ke air hasil saringan.
-Sajikan dan langsung diminum.

Nah, ini nih, tips bikin dan minum jamu:
-Habis bikin jamu kunyit, peralatannya langsung di cuci, soalnya kunyit kan pewarna alami, kalau gak langsung dicuci nanti warnanya langsung membekas di perkakas. Atau kalau gak sempat nyucinya minimal langsung direndam.
-Kalau pengen biasain bikin jamu sendiri, sebaiknya selalu gunakan perkakas yang sama agar perkakas yang lain tidak ikut berubah warna karena sering dipakai bikin jamu. ^^
-Kalau tangan kena warna kunyit, di rumah biasanya langsung dicuci pake sabun batangan yang warna hijau merek Telepon, hehe…
-Hati-hati kena baju, apalagi baju putih~
-Kalau bikin jamu sebaiknya langsung diminum. Pertama, karena masih segar. Kalau kelamaan disimpan malah jadi tambah bau, bukannya wangi lagi. Kedua, ya itu, warnanya gak langsung membekas di wadahnya.
-Kata mamak, abis minum jamu itu jangan makan dan minum yang lain dulu 15-30 menitlah. Biar maksimal diserap oleh tubuh.

Ribetkah? Namanya juga menjaga kesehatan dengan cara alami.😉 Aku ada kutipan nih dari film Korea kesukaanku, Dream High;

Di dunia ini gak ada wanita jelek, yang ada wanita yang pemalas

Itu berarti, gak ada alasan bagi seorang wanita untuk tidak menjadi lebih baik. Hmm… semoga kita senantiasa menajdi wanita yang rajin ya, Ladies. Kalo yang aku tulis di dinding kamar kos;

Rajin pangkal CANTIK  ;)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s