Tak Sempurna

Judul : Tak Sempurna
Penulis : Fahd Djibran, Bondan Prakoso & Fade 2 Black
Penerbit : Mahaka Publishing
Jumlah halaman: 250 halaman
Terbit : Februari 2013
 

“Something has gone very wrong with our school”
-Hiroshi Yoshimoto-

Rama Aditya Putra, satu dari sekian banyak remaja SMA yang merasa terpenjara dalam sekolah. Remaja yang mencoba mencari jati diri dengan terjun ke dalam tawuran ini mencoba menyibak dunia pendidikan yang sejak lama sudah tercoreng. Berlatar sebuah kota besar bagaikan Gothamnya Indonesia, kisah bermula dari SMA Lazuardi (SMA Rama dan teman-temannya) dan SMK Citra Bangsa yang memiliki dendam kesumat, menjadi musuh bebuyutan dan senantiasa menjalankan tradisi turun temurun; TAWURAN. Sejak awal masuk sekolahnya di Masa Orientasi Siswa, Rama dan teman-temannya sudah didoktrin oleh senior-seniornya untuk bermental baja dan memiliki fisik yang kuat dengan cara meneriaki bahkan menendangi rusuk para murid baru.

Persilatan antar kedua sekolah itu pun kerap meresahkan masyarakat, menjadi headline dan berita di surat-surat kabar. Masalahnya, dendam terus membara. Salah satu sahabat Rama tewas di tangan anak-anak Citra Bangsa. Serangan balik pun dirancang dengan pasukan tawuran yang lebih besar jumlahnya. Lagi, pertumpahan darah pelajar pun tak terhindarkan. Hingga berbalik merenggut nyawa anak Citra Bangsa dan juga kaki kiri Rama. Ya, kaki kiri Rama buntung sampai paha. Cita-cita menjadi pilot lenyap bersama kakinya. Usaikah dendam turun temurun setelah tokoh utama ini didera luka? Luka hati yang mendalam. Bayangan masa depan yang suram dengan kata ‘Buntung! Buntung! Buntung!’ yang terngiang-ngiang di telinganya. Terlebih, Rama merasai semakin tak pantas untuk Bunga, gadis pintar nan polos di kelasnya, yang diam-diam disukainya. Lalu bagaimana akhirnya?

Cukup dua paragraf saja sinopsisnya. Karena aku lebih suka berkomentar tentang novel yang satu ini. Covernya berupa Bloody High School Uniform. Di samping sebagai sebuah novel kolaborasi fiksi-musikal, inilah novel yang menguak dunia pendidikan kita, yang selama ini kebanyakan dari kita hanya tutup mata dan telinga, terbawa dengan sistem yang ada. Kebobrokan sistem yang sudah menjadi rahasia umum. Berbagai kehidupan remaja SMA pun dijabarkan habis-habisan melalui berbagai kisah sahabat-sahabat Rama. Orang tua Rama yang berpisah, orang tua sahabatnya yang selingkuh, teman yang aborsi, bertukar video bokep, hingga mengadu pada narkoba. Permasalahan klise memang. Namun Fahd Djibran bersama Bondan Prakoso & Fade 2 Black membawa kita menjadi Rama. Menyerukan untuk menyelamatkan nasib generasi penerus bangsa. Ya, pada dasarnya novel ini hanya seruan kepada kita semua. Tak Sempurna. Tapi justru kesungguhan kita semua untuk memperbaiki moral bangsa ini yang akan menjadikannya sempurna.😉

And damn! Semua rasa haru, bahagia, tangis, kesal berkecamuk ketika membacanya. Sesekali napas terhenti. Yang bikin beda itu kalimat-kalimatnya yang pendek-pendek, to the point, cadas, dan mengena. Diselingi lagu-lagu Bondan & FtB yang pas di setiap perasaan Rama dan kawan-kawan. Agak gak seru bacanya kalau tak tahu lagu-lagunya. Berikut cuplikan novel ini,

Tentang murid-murid yang harus mengikuti banyak mata pelajaran,

… Ajak guru Sejarah mengikuti tes olahraga, nilainya belum tentu sebaik temanmu yang jago olahraga tetapi buruk nilai pelajaran Sejarahnya. Di dunia nyata, tak ada satupun pekerjaan yang membutuhkan semua kemampuan, semua nilai baik dalam senua pelajaran! Di dunia kerja: JIKA KAMU MENGETAHUI SEMUANYA, ITU SAMA ARTINYA DENGAN KAMU TAK MENGUASAI SEMUANYA.

Apa itu Ujian Nasional?

Ah, ujian nasional! Aku muak dengan semua itu! Bimbingan belajar yang mahal, serangkaian try-out yang bikin stress, buku-buku persiapan UN yang mahal… Setelah itu. tak sedikit yang gagal di antara kami dalam ujian nasional digagalkan masa depannya. Ya, digagalkan. Dibuat putus asa. Dan tak sedikit dari kami, para pelajar, yang memutuskan bunuh diri karenanya.

Dan apa arti kelulusan?

Hari ini kami kembali ke sekolah untuk mengambil ijazah. Anak-anak terlihat gembira, mereka tertawa lepas dan bernyanyi ceria. Kami sudah selesai. Kami sudah tamat. Kami sudah bebas dari segala sesuatu yang selama ini menekan dan membingungkan hidup kami. Itu sebabnya mengapa kami bahagia pada hari kelulusan ini. Kami bebas dari ‘penjara’ yang kami masuki secara sukarela dan orang tua kami membayar setiap bulannya.

Novel ini tak melulu tentang sisi negatif sekolah kok.😉 Buktinya masih ada cinta, kasih sayang, kebersamaan, dan pelajaran yang dipetik. Aku suka kalimat ini,

“Coba tersenyum pada orang di samping kalian. Senyum itu menular, orang yang kamu senyumin akan cenderung membalas senyummu lagi. Hampir pasti itu. Sudah hukumnya begitu dari langit…”

Okay, usai sudah membedah salah satu novel yang kubaca liburan ini. Coba aku senyum sama pembaca!🙂🙂🙂

 

2 thoughts on “Tak Sempurna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s