September to October

Hiyyyaaaaah~ blogku lumutan! Hi readers, long time no write…  Tak terasa kelender 2013 sudah memasuki bulan ke sebelas. Can you guess where I am now? Yupz, I’m in my lovely hometown!😀 Sekarang aku lagi menjalani masa rehat setelah bertempur selama 4 tahun, melewati 16 ujian (mid and final test) plus ujian skripsi alias sidang *Fuihhh*.

Setelah sidang, lanjut revisi akhir. Karena jadwal sidangku di hari kedua, aku masih punya banyak waktu. Terhitung tepat sebulan lagi aku wisuda, 10 Sept s.d. 10 Okt. Revisi sempat menguras waktuku. Meski harus running ulang data, alhamdulillah hasilnya ternyata hampir sama dengan hasil sebelumnya. Jadi aku tak perlu mengubah interpretasi dan analisisnya secara keseluruhan. Di saat yang lain masih berkutat dengan sidang, aku sudah menyelesaikan draft akhir. Konon setelah skripsi tuntas, teman-teman pada persiapan buat wisuda. Apalagi yang ladies tuh, pasti banyak persiapannya. Di saat yang lain pada sibuk ngurusin kebaya, make up, aksesoris, dsb, aku malah sibuk nyari duit. Hhahaha… :3

Ya gak gitu juga kale… Jadi, tepat setelah selesainya draft akhir skripsiku, kak Utet nawarin aku ngajar anak tetangganya. Kebetulan tetangganya itu minta tolong sama kak Utet buat nyaariin guru privat. Ya berhubung aku udah putus hubungan dengan skripsi, aku terima saja. Buat ngisi waktu juga sekalian (lumayan) nambah tabungan. Hehe… Jadilah setiap sore aku ngajar. Full sampai menjelang wisudaku. Oya, murid baruku namanya Michelle. Kapan-kapan aku ceritain deh hebohnya ngajarin si Michelle.😉

Michelle Annabela Bla Bla Bla

Michelle Annabela Bla Bla Bla

SONY DSCUntungnya urusan menjelang wisuda bukanlah perkara rumit. Gladi hanya dua hari sebelum hari-H. Kebaya dan segala aksesorisnya sudah disiapkan oleh designer pribadiku. Iya, kalian perlu tahu kalau aku punya designer pribadi *pamer*😛 . Dia sudah menjadi designerku sejak aku lahir. Designerku juga waktu aku balita mengikuti kontes peraga busana muslimah. Designerku untuk semua bajuku, mulai dari seragam sekolah, baju lebaran, hingga kebaya wisudaku sekarang. Dan aku sangat berharap, nantinya dia juga yang akan membuat kebaya untuk pernikahanku nanti *uhuk*. Ya, aku ingin seisi dunia tahu, bangganya aku punya AYAH seorang penjahit. :’)

10 Oktober 2013. Resmi sudah, namaku bertambah tiga huruf, SST. Hari itu ada mamak, ayah, bang Anda, Aji, dan bang Taqin. Sangat terasa kurangnya tanpa adikku yang satu lagi, Dita. Calon pendamping hidup pun tak bisa hadir menjadi pendamping wisuda hari itu karena ada rapat di Sulawesi. Ada seseorang yang bilang, “Ya… gak apa-apa lah. Yang penting kan pas acara pengesahan jadi pendamping hidup dia bisa datang…” Hahaha… Apapun itu tak mengurangi kebahagiaan yang kurasakan di hari itu. Apalagi meskipun tak bisa hadir tepat di hari wisudaku, kak Darma sudah menyiapkan dua surprise untukku. Yang pertama, sebuah buket bunga pink dengan boneka kecil beserta kartu ucapan, berisi doa kecil dari kakak yang memberikan semangat dan kebahagiaan yang begitu BESAR buatku. Surprise yang kedua…… Ada deeeh. Hehehe… :) Hari itu juga ada penghuni kosan, adik-adik tingkat dan anak-anak di Himpunan Mahasiswa Daerah Sumatera Utara. Rameee dan seneeeng banget rasanya. Yang paling membuatku bahagia, wisudaku bertepatan dengan ulang tahun mamakku :’D. Aku sudah merencanakan surprise untuk mamak dibantu penghuni kosan.

????????

kghjj

>>always young and happy<<

Malamnya, pukul 9 mamak mulai mengantuk lalu tidur di kamarku di lantai dua. Di bawah, ayah, bang Anda, dan Aji asik menonton bola sementara kami mulai menyiapkan kue ulang tahun dan mematikan lampu ruangan depan. Aku ngumpet di situ dengan lilin sudah menyala sementara Aji aku suruh ke atas untuk ngebangunin mamak, nyuruh mamak turun ke lantai satu dan bilang kalau aku sakit. >,< Mamak turun dengan setengah mengantuk. Mamak mengira aku beneran sakit. Lalu… Tadddaaa… Lampu menyala dan semua pada nyanyi HBD. Mamak terharuuu sekali. Setelah tiup lilin, kue pun dipotong. Mamak disuapin ayah *ecieee* lalu mamak nyuapin kami semua. Kami sekeluarga beserta segenap penghuni kosan pun syukuran kecil, lalu doa bersama. Abis itu suasana menjadi ricuh. Entah siapa yang mulai mencolek-colek wajah pake krim kue. Hari itu, malam itu, aku merasa banyak orang yang menyayangiku dan yang kusayangi. :’)

Aku sangat bersyukur untuk semua yang ada di hidupku sekarang, apapun itu.

DWINA WARDHANI NASUTION, SST.

Dwina Wardhani Nasution, SST.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s