Mulak tu Huta, tu Bagas

Pulang Kampung, Pulang ke Rumah

…itu artinya readers. Oya, HORAS, dulu bah! *mentang-mentang mau pulang, dinampak-nampakkan lah itu Bataknya🙂

Yak, sebentar lagi aku pulang kampung. Pulang ke Rapper City tercinta. Keren kan nama kampungku~😀 Kalo kalian tak tahu, coba search di Google ‘Rantauprapat’. Pasti yang keluar gambar sawit atau Jembatan Sungai Bilah, ahahaha… *kapan-kapan lah ya, aku cerita kampungku yang satu ini… (macam banyak aja kampung awak).

Lalu kenapa? Jadi ceritanya ini rekor terlamaku gak pulang kampung. Udah setahun, cuy~. Karena biasanya aku pulang tiap semester. *Macam kaya kali lah awak, bolak-balek naek pesawat, wkwk…😛 . Tiket PP sudah di tangan. Tertanggal 5 Agustus malam nanti aku take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Medan. Apa yang beda dengan pulang kampung kali ini selain setelah setahun aku baru pulang?

Nanti aku pulang sama abang sepupuku dan istrinya. Yang paling penting sama si………… ATSAL! anak abang sepupuku. Ini guys, penampakan terakhir si Atsal,😀

Atsal mata bello mengongo :v

Atsal mata bello mengongo :v

Gimana ya ntar pertama kali si Atsal naik pesawat…? Pasti dia melongo-melongo kayak difoto ini melihat pesawat yang besar-besar. Wkwkwk… Semoga Atsal menjadi teman perjalanan yang menyenangkan ya~😀

Lalu yang bikin beda lagi, nanti pesawatnnya gak landing di Polonia lagi, tapi di Kuala Namu International Airport (KNIA). Wideeew… Namanya aja keren gitu. Ini adalah bandara terbaru, terbesar kedua setelah Soeta di Indonesia. Konon katanya bandara ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas dan kapasitas yang lebih besar, mengingat intensitas penerbangan dari dan ke Medan dan sekitarnya sangat tinggi per tahunnya. *Kok gaya ngomong gue jadi kayak Jeremy Teti gini ya… -,-“

-KNIA-

Bukan cuma bandaranya yang bikin beda, lokasinya juga. Kalau dulu turun di Polonia yang letaknya di tengah-tengah kota Medan -sampe-sampe kalo ada pesawat jatuh, langsung jadi rata rumah-rumah orang dibuatnya- nah Kuala Namu ini berada di Kabupaten Deli Serdang. Agak jauh dari Medan (30 s.d. 45 menitlah), dan aku biasanya ke Deli Serdang itu cuma numpang lewat saja. Jadi berasa mendatangi daerah baru, padahal provinsi sendiri… (u,u)

Jadinya ntar habis landing di Kuala Namu naik kereta api lagi ke Medan. Ongkosnya 80 rebong pula… Setara sama ongkos kereta Medan-Rapper. Yoi, cuy… Dari Medan naik kereta lagi ke Rapper! Makanya, makin panjang saja ini perjalanan pulkam awak, demi bertemu mamake dan bapake~ *Nasib anak perantauan. Untung rumahku gak sampai ke Sungai Barombang sana. Bisa-bisa dari Rapper harus naik bus dan nyambung naik sampan lagi… Hoaaa~ :v Kalau sudah nyampe Stasiun Rapper, ya dijemput lah sama ayah awak. Nyampe deh di home sweet home.😉

N always ya, gak di Jakarta, gak di Sumut, mainannya kereta mulu… Nyampe Rapper saja diemput ayah naik kereta. Di Rapper kemana-mana naik kereta. Kereta, kereta=sappeda motor maksudnya, Lae… Hahaha…😀

So, just wait my story of  ‘mulak tu huta’. Kalau aku sempat nulis ya… Haha~😛

2 thoughts on “Mulak tu Huta, tu Bagas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s