Birthday

Jadi, karena seseorang yang mengaku silent reader menanti tulisan birthday story-ku, maka dengan penuh keikhlasan hati akan ku ceritakan.

Biasanya kalau ulang tahun suka flashback sejenak kan ya… Sebenarnya empat tahun terakhir gak ada yang spesial di hari ulang tahunku. Dengan atau tanpa siapapun itu. Bagiku birthday terindah hanya ketika aku di rumah, apalagi waktu bocah. Dan mungkin birthday dengan segala antek-anteknya itu memang hanya untuk bocah. Itu pemikiran subjektifku. Well, perlu kalian ketahui, sepanjang usiaku yang sekarang, tak pernah ada seorang prince charming pun yang datang padaku dengan membawa birthday cake berhiaskan lilin angka usiaku. N-E-V-E-R. So, what? Ya gak apa-apa. Pengen kayak gitu? Biasa aja. Intinya empat tahun terakhir tangal 6 April diskip (titik).

Jadi yang tahun ini gimana?

Haha… Aku sangat bahagia tahun ini ada seekor pangeran kodok hadir di hidupku. Tapi dia jauh di seberang pulau sana. Jadi tak ada yang beda dengan birthday tahuntahun sebelumnya. Eh, ada sih… Haaha… Uhm, baiklah, akan ku ceritakan apa yang terjadi di 6 April kali ini.

Jatuh di hari Sabtu, entah kenapa tak biasanya si kakak yang belakangan sangat sibuk itu meneleponku seharian. Jarang-jarang banget dia begitu. Kami bercerita panjang lebar. But, you know, tak satu pun obrolan kami membahas ulang tahunku. Yak, tak usah berpanjang lebar lagi. Intinya, dia lupa ulang tahunku. Lebih tepatnya, lupa tanggal lahirku tanggal berapa.

…Siangsiang…
Kakak: Ini tanggal berapa sih?
Aku: Tanggal 6 kak, kenapa kak? >> Kirain setelah dikasi tahu bakal inget
Kakak: Hmm… Cepet banget ya udah tanggal 6 aja. Mau nyusun PDRB lagi, bla bla bla >> Ngomongin kerjaannya
Aku: Iya ya kak… >> Masih lanjut ngobrol

…Malam-malam…
Aku: Iya, kemaren Mbak Lutfi ulang tahun, kami kerjaen dia yank, bla bla bla >> Nyeritain mbak sekosan yang ulangtahun di tanggal 5
Kakak: Oiya ya, Bebeib kapan ulangtahun? >> Kirain pura-pura tanya
Aku: Auk ya… Kapan ya… >> Berharap akhirnya dia inget
Kakak: Hmm.. Lalalalalililili >> Udah ganti topik (^^;)

Haha… jadi begitulah. Sedih? Kagak. Bete? Lumayan. Sampai menjelang tengah malam telponan lagi, kakak juga belum ngeh. Tapi kalian tahu gak kalimat ‘Just create your own happy ending’? Bahwa kitalah yang menentukan apakah ingin membuat akhir yang bahagia atau membiarkannya begitu saja. Jadi, dengan menepis sikap kanak-kanak dan rasa amarah, aku memilih mengakhiri 6 April dengan bahagia. Jadi, aku sendiri yang ngasi tahu ke si kakak, karena memang, dia bener-bener lupa. Yeah, meski masih agak berliku-liku. ;)

Kakak: Bebeib kenapa kok diem aja…? >> Mulai nyadar aku agak aneh
Aku: Gak apaapa… Bete…
Kakak: Bete kenapa…? Ceritalah yank… >> Biasa curhat sama si kakak
Aku: Gak kenapa-kenapa…
Kakak: Hmm… tadi seneng-seneng aja… Ceritalah ya… >> Soswit kakakku
Aku: Abis kakak gak mau nyanyi sih…
Kakak: Nyanyi apa…? Bo’ong… Masa’ cuma garagara itu…
Aku: Ya, abis kakak gak mau nyanyi lagu selamat ulang tahun…
Kakak: Hmm… ceritalah… >> Masih gak ngerti coba… ^^;
Aku: Beneran, kakak sih gak mau nyanyi lagu selamat ulang tahun…
Kakak: Yank… kalo bebeib bete, aku bete juga nih… >> Alamak…
Aku: Yaudah…
Kakak: Kenapa… eh, ini hari apa sih? >> Tetiba nanya hari lagi
Aku: Hari Nelayan Nasional!
Kakak: Masa’ sih?
Aku: Dibilangin… Ya ini tu tanggal 6 April, Hari Nelayan Nasional!
Kakak: Kok tahu…? >> Asli, gak ngerti juga!
Aku: Ya tahu lah, 6 April Hari Nelayan Nasional, 21 April Hari Kartini, 2 Mei Hari Pendidikan Nasional, 17 Agustus Hari Kemerdekaan! >> Wkwkwk… Aku mau ketawa sendiri pas ngomong gini
Kakak: Ngg… Beib,,, bebeib gak ulang tahun hari ini kan…? >> Mulai curiga
Aku: Auuukkk
Kakak: Yaaank… Beneran ulang tahun hari ini ya???

Jadilah si kakak minta maaf sejadi-jadinya. Aku malah terisak, menangis *huh, cengeng!*. Bukan karena bete dan marah sama kakakku, Tapi malam itu aku merasa, kakakku sayang banget sama aku dan aku juga sayang banget sama kakak *biarin, agak lebay*😛 . Aku gak bisa denger kakak ngerasa sangat bersalah kayak gitu, itu yang membuat aku sedih. Ulang tahun bukanlah apa-apa jika hanya membuat orang yang sangat kusayangi itu terdiam, menyesali kebodohannya, lalu mengatai dirinya sendiri orang yang jahat.

Aku: Yaudah yank, namanya juga lupa… Kan lagi sibuk juga, banyak kerjaan…😉
Kakak: Ya tapi ini kan harinya Wina… Padahal seharian telponan ya… Kemarin juga baru beli Jersey… >> Beberapa hari lalu kami pesen Jersey kembaran
Aku: Yaudah yank,,, lupa kan juga manusiawi… Lagian itu berarti  pikiran Bebeib doank yang lupa, tapi hati Bebeib sebenarnya gak lupa…😉

Kejadian ini, mungkin tak kan terlupakan. Bukan karena bete, tapi justru membuatku bahagia. Selalu ada hikmah di setiap kejadian, bukan? Banyak hal positif yang bisa ku ambil. Aku tak ingin mempermasalahkan yang semestinya tak jadi masalah, apalagi membesar-besarkan masalah.

Malam itu 6 April pun ditutup dengan nyanyian selamat ulang tahun tiga versi dari si kakak, versi Jamrud, versi Indonesia, dan versi English. Wkwkwk… Jarang-jarang tuh kakakku nyanyi. Hihihi…

You know, Darl? Asal ada kamu sepanjang tanggal, bulan, dan tahun, gak ada hari ulang tahun pun tak apa. Aku ciyus, Beib!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s