Kepalaku (_ _”)>

Tulisan ini random saja. Entah memaknainya sebagai apa aku pun tak tahu. Intinya, di kepalaku banyak sekali hal-hal yang ingin kutuliskan, kuungkapkan dengan perpaduan dua puluh enam abjad ala diriku sendiri. Tapi rasanya tak bebas. Begitu banyak draft, di blog, di notes HP, di buku notes kecil yang selalu kubawa kemana-mana. Sebelumnya aku mengira dengan notes itu aku bisa menuangkan banyak hal, kapanpun dan dimanapun. Lalu mempostingnya di blog ini bilamana tulisan itu telah ‘utuh’. Tapi sayang, tak ada satu pun yang utuh…

Blog ini pun seakan menjadi media kaku untukku. Inilah salah satu faktor kenapa hanya ada banyak draft tulisan yang menggantung seperti tak terurus. Entah kenapa, terlampau banyak hal yang membuatku merasa dibatasi di sini, bahkan sejak pertama kali blog ini kubuat. Ah, harusnya aku tahu penyebabnya. Atau semua rasa keterbatasan itu hanya sugesti yang kuciptakan sendiri? Apa aku terlampau sibuk memikirkan penilaian orang-orang? Hey, ini ‘rumahku’, bukan? Kalian hanya tamu yang singgah dan aku yang empunya, mencoba menyuguhkan apa saja di sini. Biarlah kalian menilai, suka atau tidak suka. Kalau suka ya pasti di-like hehehe…😛 dan pastinya akan sering berkunjung atau mampir sejenak ketika tak sengaja melewatinya. Aku menulis juga cuma menyalurkan hobi. Terpuaskan sendiri. Kalau ada yang merasa terispirasi, mendapat manfaat apalagi menjadi bahagia karena membaca blog ini, anggap saja itu bonus. *Isi kepalaku mulai mencoba berdamai dengan blog ini* ^_^

Notes HP, ah, kabar buruk untuk media yang satu ini. HP-ku terformat. Entah bagaimana dan karena apa aku tak tahu. Mungkin virus. Alhasil seisi notes HP -yang juga hanya penggalan kalimat tak tentu- lenyap bersama aplikasi-aplikasi HP-ku. Tapi tak sampai sehari setelah kejadian itu, notes itu sudah berisi penggalan-penggalan tulisan yang baru. -___-

Buku notes kecilku, isinya kebanyakan catatan kuliah yang berantakan, lalu -kalau rajin dan sempat- aku merapikannya, menyalinnya kembali dengan rapi di binder besar, khusus catatan kuliah. Di notes itu aku memang menggabungkan segalanya, catatan kuliah, tugas-tugas, jadwal kegiatan, apa saja yang harus aku lakukan, coretan-coretan, dan hanya sesekali saja curcolan geje. Kalau satu notes sudah habis, ya ku simpan saja. Tapi tetap sebatas disimpan -kalau aku tak mau kasar menyebutnya sebagai sampah-. Karena semua catatan kuliah, tugas-tugas, jadwal kegiatan, apa saja yang harus aku lakukan, curcol geje dan apapun isi buku-buku notes kecil yang lama sudah aku selesaikan, sudah kusalin. Jadilah buku-buku notes lama itu tak pantas untuk dibaca ulang, tak ubahnya kertas buram yang biasa kugunakan untuk latihan-latihan soal.

Aku rindu menuangkan isi kepalaku di buku yang rapi, seperti ketika aku punya diary tebal berisi hari-hari selama SMP dan buku tulis KIKI besampul kuning berisi catatanku selama SMA. Bisa kubaca ulang. Sepertinya, setelah hampir empat tahun menyelesaikan kuliah, aku harus punya buku catatan sejenis itu lagi. Biar kalau aku pendek umur, aku gak jadi hantu depresi karena tak sempat menuliskan semua isi kepalaku, bukan demi menciptakan otobiografi untuk orang-orang yang masih hidup. Olala~ Aku mengetik apa sih ini. Sebegitu sukanya kah aku sama ‘menulis’, hingga tak rela sepenggal kalimat pun di kepalaku ‘tercecer’!

Belakangan aku selalu mengutuki kepalaku. Kenapa potongan kalimat-kalimat begitu cepat mencuat di dalamnya. Tanpa memberi kesempatan pada jemariku untuk melengkapi potongan yang satu menjadi utuh, sudah muncul potongan kalimat yang lain, topik lain. Atau ketika aku berusaha melengkapi potongan itu, di tengah jalan semuanya malah stagnan, tak terselesaikan, hanya sepenggal. Bukankah sebaik-baiknya tulisan adalah tulisan yang kita bagi kepada siapapun yang ingin membacanya? Lalu bagaimana bisa dibaca kalau tak utuh?  Aaarrrgh, kadang aku berang. Ini harusnya bukan menjadi perkara rumit, bahkan tak seharusnya menjadi sebuah perkara.

Inikah salah satu fenomena yang dialami orang-orang yang hobi menulis? Kadang sama sekali tak punya inspirasi untuk menulis dan kadang inspirasi itu justru datang bertubi-tubi dan aku sedang terjebak di fenomena yang kedua. Aku sudah pernah merasakan yang pertama, tapi yang manapun, sama saja, keduanya tak menyenangkan bagi penulis. Pantas saja ada novel yang baru terbit bertahun-tahun sejak awal penulisannya, bahkan didahului oleh novel yang baru ditulis tahun kemarin oleh penulisnya. Ada artikel ilmiah yang tercipta di antara laporan-laporan penelitian yang terbengkalai. Ada selipan puisi dan kutipan-kutipan di antara draft tulisan yang jumlah karakternya jauh lebih banyak. Mau menulis tentang ‘ini’, yang jadi malah tentang ‘itu’. (“_ _)

Secara tak langsung melalui tulisan ini aku jadi menyadari kendalaku sendiri. Aku masih belum bisa meluruskan orientasiku ketika menuangkan suatu tulisan, apakah tujuanku untuk berbagi atau hanya curcol semata. Kalau untuk opsi pertama, ini menjadi faktor lain yang membuatku terkekang dalam menulis. Takut jelek, gak sesuai pendapat pembaca, dan lala-lala. Jadinya, ya gak ada satu pun yang jadi. -,- Untuk opsi kedua, ini lebih kacau lagi. Kalau dibiarkan hanya sekedar menulis saja, topik bisa merembet kemana-mana. Seisi kepalaku menyeruak minta ditulis, padahal bukan mengenai topik yang sedang kutulis. Lihat saja tulisan ini, tahu-tahu sudah sepanjang ini. Jangankan tentang apa isinya, judulnya nyambung apa tidak pun aku tak tahu. *Hadeuh, kenapa jadi begini ya.*

Ya sudah, aku akhiri sajalah. Intinya sudah kusebutkan tadi di paragraf pertama dan kesimpulannya, aku memang masih perlu belajar banyak lagi menulis dengan porsi yang pas sesuai dan  pada ‘tempat’nya.

Yang punya kepala dan blog ini,

DWINA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s