Mengenal

Tulisan kali ini random saja. Mungkin juga dengan bahasa yang berantakan. Mungkin juga kurang berhubungan satu sama lain. OK, langsung saja, aku hanya ingin berbicara mengenai ‘mengenal‘. Apa definisi ‘mengenal’ menurut kalian? Ah, lupakan. Ini bukan persoalan makna kata tapi seberapa dekat kita mengenal seseorang.

Pernahkah kalian berpikir semakin dekat dan terlampau dekat kita mengenal seseorang, semakin banyak kita mengetahui keburukan orang tersebut ketimbang kebaikannya. Hingga ketika kita sudah semakin dalam, kita bahkan menyesal dan merasa tidak mau mengenalnya lagi. Oh, jangan salahkan orang tersebut. Yang salah adalah terlalu dekat mengenalnyaTerkadang ada hal yang belum kita ketahui tentang seseorang dan lebih baik untuk tetap tidak kita ketahui. Suatu rahasia akan tetap indah bila tetap menjadi rahasia… Karena itu pula kalimat ‘Segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik‘ benar adanya. Dalam hidup aku pun tetap percaya dan berpegang pada kalimat itu. Contohnya saja, belajar atau bekerja keras itu baik. tapi belajar atau bekerja berlebihan tanpa istirahat justru tidak baik. Tidur yang cukup baik untuk kesehatan. Tapi terlalu banyak atau terlalu kurang tidur malah mendatangkan penyakit. Pun demikian mengenal sesorang, itu juga baik. Tapi terlalu dekat mengenalnya juga tidak baik. Segala sesuatu yang baik saja bisa menjadi tidak baik apabila dilakukan secara berlebihan, apalagi hal yang buruk…😉

Persoalan lainnya, kita hidup di zaman sekarang, di mana dua sisi baik atau buruk menjadi suatu hal yang tak dapat diukur, dinilai, atau dilihat dari satu sudut pandang saja. Tapi sudah menjadi hal yang ‘relatif’. Seseorang atau suatu hal yang menurut kita baik, belum tentu demikian di mata orang lain, begitu pula sebaliknya. Serba ‘gantung’. Tergantung  siapa yang menilai, apa yang dinilai, dari sisi mana menilai baik atau buruknya. Tidak bisa sembarang melakukan justifikasi.

003_cartoon_vector_couple_lovers_KTQRJ_2018

Intinya jangan berlebihan dalam mengenal seseorang. Apalagi hingga mengusiknya. Ya bagaimanapun setiap orang memiliki privasi. Seperti kata Pangeran Katak, ‘Setiap orang itu berbeda ketika dia sendiri, berdua, bertiga atau beramai-ramai.’ Walaupun manusia itu makhluk sosial, manusia tetap makhluk individu. Jangan terlalu dekat mengenal seseorang, jangan pula terlampau jauh karena itu sama saja kita tidak mengetahui apa-apa dan hanya bisa menilai dengan kasat mata. Padahal yang terlihat belum tentu seperti yang terlihat. Tetap gunakan akal sehat juga, terlebih karena ‘tak kenal maka tak sayang’, semakin mengenal kita akan semakin mencintainya.

Jujur, aku sendiri masih agak trauma untuk mengenal dan dikenal seseorang lebih dekat lagi. Takut jadi terlalu berlebihan, takut dikecewakan dan mengecewakan… Ini bukan semacam membatasi. Hanya saja aku ingin proses mengenal lebih dekat itu selalu menjadi hal yang indah. Indah karena satu sama lain bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, menghargai tanpa perlu mengungkit masa lalu yang pernah ada, juga memperbaiki dan memantaskan diri untuk masa depan yang akan membuat kita lebih saling mengenal.😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s