Dari Puisi, Jurnalistik, Mading,Sampai Dengan Pena: Aku Suka ♥

Catatlah

catatlah di buku hatimu
ikatlah di jari-jemaarimu
torehlah di biji matamu
dan mengigaulah;
bahwa hari ini;
banyak orang main akrobat
dengan topeng-topeng lusuh
meski bukan sirkus

-Th. Sugiyo-

Aku menemukan puisi ini di buku Pedoman Bahasa Indonesia milik Rara waktu kuliah Bahasa Indonesia sore ini. Lantas aku langsung mencatatnya. Ketertarikanku dengan dunia sastra memang tak pernah padam. Karena itu pula aku masih menyempatkan diri menulis apapun itu, walau alakadarnya, walau cuma puisi singkat, tulisan-tulisan tugas kuliah, curcol, dan sebagainya.

Tentang aku dan puisi, waktu masih SD aku belum terlalu memahaminya. Puncaknya ialah ketika aku menduduki bangku SMP. Setiap ada lomba puisi entah itu menulis ataupun membaca aku selalu ikut, tak peduli menang atau kalah. Untuk perlombaan membaca puisi di luar sekolah, aku selalu diutus oleh bang Dapot (marga Pandapotan), guru teaterku. Ya, waktu SMP aku mengikuti ekskul teater. SMA, aku tak pernah mengikuti perlombaan lagi, mengingat SMA-ku yang masih berat sebelah antara akademik dan non-akademik. Berat di akademiknya, cuy! Jadi untuk perkara seni, olahraga, selain olimpiade-olimpiade akademik>>minus. Tapi bukan berarti hal itu mematikan gairah menulisku.

Di kelas mana pun aku belajar, di situlah aku membuat mading kecil-kecilan. Padahal sebelumnya tidak pernah ada kelas yang memiliki mading sendiri. Bahkan di SMA-ku tak ada mading! Eh, ada ding, mading SAINS PLUS GALLERY. Nama madingnya aja udah pake ‘sains’, tahu sendirilah isinya apa. Walaupun aku juga pengurus mading itu, tapi mana bisa nyantumin puisi! Melalui mading kelas itulah aku menulis puisi dan menghimpun karya teman-temanku. Dari teman yang memang suka menulis puisi, sampai teman yang awalnya tak pernah menulis puisi. Puisi-puisi mereka aku tulis tangan kembali lalu aku beri hiasan-hiasan biar lebih indah, begitu juga foto-foto liburan dan kegiatan lain di sekolah. Sampai akhirnya julukan ‘Tukang Tempel’ yang dicetuskan teman-teman SMA pun melekat pada diriku.

Kalau lagi banyak ‘job nempel’ teman semejaku, Maulida Septianita, suka ngebantuin nulis dan hias-hias di kelas. Kadang saking banyaknya, aku juga mengerjakannya di rumah dibantuin sama Libaraski Pandia. Bahkan sampai larut malam. Tapi aku senang saja melakukan semua itu. You know? semua karya teman-temanku yang ku tempel di mading itu aku jadikan kliping dalam sebuah buku. Sampai sekarang buku itu masih ada, di sini, di lemari bukuku. Aku membawanya meskipun sekarang aku tinggal di Jakarta.

Di kampus, lagi-lagi tak bisa lepas dengan dunia tulis-menulis. Tahun kedua kuliah aku tergabung dalam klub jurnalistik yang bernama Media Kampus (MK) dan memilih divisi Penulisan dan Reportase. Di tahun ketiga yang identik dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL), aku memilih seksi umum di PKL. Tentu saja tujuanku untuk mengerjakan projek Mading PKL 51. Meskipun keduanya -MK dan Mading PKL 51- bukan kegiatan yang berbau sastra dan puisi, tapi aku tetap senang menulis.

Ah ya, kamarku. Kamar kost segi empat ini pun tak luput dari kerajinan tangan dan pikiranku. Di kamarku juga ada tempelan-tempelan post it, tapi yang ditempel bukan rumus-rumus statistik loh!😛  Ada juga schedule board. Yang ini bukan cuma buat nulis jadwal sehari-hari saja, tapi juga supaya aku bisa nulis-nulis pake spidol. Habisnya aku juga suka nyoret-nyoret gak jelas gitu -,-“. Dan yang tak ketinggalan, ada mading juga di kamarku! Buat cewek-cewek yang mau maen ke sini, dijamin deh, bertambah ilmu pengetahuannya. Hihihi…😉

I do love writing!  Aku suka menulis dan ‘menulis’. Kertas, pena, spidol warna-warni, origami, gunting, lem, steples, post itpush pin, mading, buku, apa aja benda-benda yang berhubungan dengan menulis, tempel-menempel, hias-menghias, dan kawan-kawannya, love them so much! Suka gak tahan sendiri melihat semua itu di Gramed atau toko-toko buku, tempat fotokopian dan toko-toko stasionary lainnya. Bahkan aku bermimpi kelak mempunyai perpustakaan lengkap dengan semua benda-benda itu! >,<

Antara aku dan puisi
jangan kau pisahkan
kerena takkan bisa kau temui kejujuran demi kejujuran hatiku
melainkan lewat untaian kalimat yang ku tulis

-DWN-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s