Review: Berjuta Rasanya

Judul : Berjuta Rasanya

Penulis : Tere Liye

Penerbit : Mahaka Publishing

Jumlah halaman: 205 halaman

Terbit : Mei 2012

Semalaman menamatkan buku ini. Setelah ‘Hafalan Shalat Delisa’, ‘Bidadari-bidadari Surga’, ‘Burlian’, ‘Pukat’ dan ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu’, kini aku melahap lagi satu buku karangan Tere Liye yang berjudul Berjuta Rasanya ini. Yup, Tere Liye memang termasuk jajaran penulis favoritku. Walau ku akui belum semua karyanya ku baca.

Ini bukan novel, kumpulan 15 cerita lebih tepatnya. Seperti tulisan khas Tere Liye yang lainnya, ini juga bukan merupakan kumpulan kisah cinta biasa, cinta ‘menye-menye’ atau cinta yang melenakan. Tetapi cinta yang memberi banyak pemahaman, banyak makna, banyak rasa dan memang, berjuta rasa yang kita alami ketika membacanya. Lihat saja covernya yang berilustrasikan pohon cinta dengan daun beraneka warna. Dan beberapa daun yang jatuh, berguguran juga patah.

Dari kisah pertama saja aku sangat suka. Kalian tahu apa yang kan terjadi di dunia ini ‘Bila Semua Wanita Cantik’?;

Casting film juga membosankan. Apa yang mesti dipilih kalau semuanya cantik? Miss Universe? Benar-benar lucu menyimak acara live tersebut seminggu lalu, bagaimana mungkin gadis penjual permen dengan pakaian lusuh dan kotor di luar gedung mewah pertunjukan tersebut sama cantiknya dengan pemenang lomba?

Terus ada ‘Cintanometer’ dan ‘LOVE Ver 7.0 & MARRIED Ver 9.0’ , mengisahkan sebuah kota super canggih yang dengan kemampuan teknologinya mampu mengakali jalannya cinta. Ini memang lucu, tapi bila direnungkan ‘serem’ juga bila di masa depan nanti perjalanan cinta anak manusia akan berlangsung seperti kisah ini.

Tentang Tere Liye? Aku rasa, yang hobi ‘menyantap’ novel pasti sudah mengenal penulis satu ini. Bagi yang belum, pasti akan mengira kalau Tere Liye ini seorang wanita. Dulu waktu baru mengenal karyanya aku juga beranggapan begitu. Iya, dia laki-laki. Namanya Darwis. Pernah mengisi acara pelatihan penulisan di kampusku😉 . ‘Tere Liye’ itu nama penanya. Diambil dari bahasa India yang artinya ‘untukmu’. Tapi, jauh sebelum mengenal ‘Tere Liye’ sebagai nama pena seorang penulis, aku sendiri sudah familiar dengan kata-kata ‘Tere Liye’ ini dari film India favoritku ‘Veer Zaara’. Dalam film ini Tere Liye merupakan judul salah satu soundtrack-nya. Aku? Suka film India? Iya! Hahaha… *mampus! terbongkar sudah rahasia terbesarku* >,<

Ya sudahlah! Selamat membaca, teman-teman😉 . Terakhir, dari isi buku ini yang berjudul ‘Joni dan Doni’;

Percayalah, hal yang paling menyakitkan di dunia ini bukan pada saat lagi sedih banget tapi nggak ada satu pun teman untuk berbagi. Hal yang paling menyakitkan adalah saat kita lagi happy banget tapi justru nggak ada satu pun teman untuk membagi kebahagiaan tersebut.
Tapi ada yang lebih celaka lagi, yaitu ketika kita justru senang banget pas lihat teman susah, dan sebaliknya terasa susah banget di hati pas lihat teman lagi senang. Hiks!

Now Reading : Daun yang Jatuh Takkan Pernah Membenci Angin [Tere Liye]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s