Abstract (September has Ended)

Ketika dunia terasa begitu sempit, manfaatkanlah untuk kita saling mengenal dengan baik. Entah itu berkunjung dari satu rumah ke rumah lain. Namun bukan berarti bisa langsung menerobos masuk ke dalam sebuah rumah mungill begitu saja. Lantas hanya dengan kasat mata menilai, betapa jeleknya isi rumah mungil itu. Padahal si empunya memiliki cinta dan pintu yang selalu terbuka untuk setiap tamu yang datang.

Dan memang telah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur. Sudah masuk ke dalam perut. Ya, mungkin masih ada saja orang-orang yang menelan bulat-bulat segala sesuatunya  dan melihat hanya dari satu sisi saja.

Dalam menyimpan memori, otak manusia yang baratnya sekitar 1000 gram setara dengan1000 Terra Byte. Apalagi untuk menyimpan kenangan yang sederhana. Jangan kamu campuri hidupku yang ada di dunia berbeda dengan kalian, karena kamu takkan pernah mengerti. Ini bukan dunia yang selalu ku sedihi atau ku nyamani. Dan dalam hal ini tak ada yang harus ku usahakan. Itu sama saja dengan memaksa. Dan seperti menulis, cinta pun tak bisa dipaksakan. Suka atau tidak suka.

Hati tak bisa dibeli, apalagi diminta. Kemana pun hati itu pergi, apa yang ada di dalam hati, sampai kapanpun tetap tak kan bisa ku bawa lari. Apalagi ku bawa mati. Lalu apa yang kamu risaukan? Hati begitu random untuk dikotak-kotakkan dalam satu atau dua macam hubungan saja. Kamu hanya akan melihat cinta jika kau benar-benar memahaminya. Dan terkadang memahaminya tak mudah karena keabstrakannya. Mungkin lebih mudah Matematika. Tak perlu panjang lebar kujelaskan, karena aku tak mau kalau kamu merasa digurui olehku. Akan lebih baik bila kamu sendiri yang menjalaninya. Belajarlah lagi. Bersyukurlah, walau mungkin kamu masih akan terluka dan mendapati betapa rumitnya hati. Tapi percayalah, dari situlah kamu belajar dan akan lebih memahami. Tidak hari ini, mungkin suatu saat nanti. Jadi, semua tergantung kesabaranmu.

Tentang rumah mungilku yang jelek, kalau kau suka, pintu rumah mungilku ‘slalu terbuka lebar untukmu. Lalu kita bisa berbagi cerita dan kasih sayang di sana. Tapi kalau kamu tak suka, aku bisa membangun seribu rumah lagi, yang takkan pernah bisa kamu masukii. Dan dia, kuharap sesuai dengan kata-katanya, bisa menghandle kamu dengan baik.

Sekian.

66097_488958091122396_610586303_n

Ilustrasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s