★ Seminar Nasional Statistik (SEMINASTIK) ★

Ini rangkaian kegiatan yang terakhir, Dies Natalis AIS/STIS ke 54. Tadi pagi lebih tepatnya. Seminar Nasional Statistik bertajuk “MENYIKAPI GOLONGAN MENENGAH MELALUI STATISTIKA DAN STRATEGI KEUANGAN”.  Karena ada dua pembicara -seperti yang tertera pada poster di samping-, acara ini diselingi dengan penampilan Paduan Suara Mahasiswa STIS EXCELSIOR dan Tari Saman oleh UKM Dance yang sungguh memukau *terus, gue harus bilang ‘BAH’, gitu?* hahaha…😀 .

Bayar? Rp50.000,-? Mana ada acara kampusku yang bayar kalau untuk mahasiswanya sendiri😛 .  Review tentang seminarnya…? Oke, pas pembicara pertama menyampaikan materi, aku malah tidur pulas >,< . Bukan karena bangku balkon atau AC di dalam Auditorium STIS yang membuat aku terlena, tapi memang aku nguannnntuukk banget! Si Marissa Sinaga yang duduk di sebelahku sampai beberapa kali mencoba menyadarkanku. Hahaha… Gak penting banget reviewnya. Yang aku ingat bapak DR. Ir. Basuki Yusuf Iskandar, MA ngomongin tentang karekteristik golongan menengah, terutama mengenai lebih 50% penduduk merupakan golongan menengah dan golongan ini juga sebagian besar menjadi penduduk dunia maya.

Lalu sesi kedua mataku sangat cas. Saking memperhatikan, aku bahkan mencatat materinya *padahal di hardcopy-nya udah ada* -___-“. Pembicaranya adalah, bapak Prof. DR. Adler Haymans Manurung, SE, ME, M.Com, SH. Baru kali ini aku tahu beneran ada orang yang punya title gandengan kayak odong-odong gitu. Yup, si bapak asalnya dari Sumatera Utara, tepatnya Tapanuli. Sesuai judul sesinya, beliau menyampaikan bagaimana merencanakan keuangan yang baik. Aku suka penjelasan beliau yang tembak langsung ke urusan keuangan rumah tangga. Kata bapaknya, pacaran itu boros. Misalnya, mau nonton film mesti nonton di bioskop. Kalau sudah menikah kan nontonnya bisa berduaan aja di rumah. Lebih romantis lagi! Hahaha…😀 . Untuk pengeluaran lain juga akan lebih hemat karena ‘dapur’nya satu untuk berdua. Jadi kata bapaknya kalo udah bisa nikah ya nikah aja… Jadi pada pengen nikah tuh tadi peserta seminar yang mendengarkannya, hehehe… Dan bapaknya menerangkan bahwa selama ini pada umumnya orang-orang menabung dari sisa pendapatan setelah dikurangi pengeluarannya. Kalau ada sisanya, pendapatan akan ditabung. Kalau gak ada sisanya ya gak nabung-nabung. Padahal perencanaan keuangan yang baik adalah saving dulu, baru expenditure. Artinya, alokasikan dulu tabungan kita sekian rupiah setiap bulan misalnya. Barulah sisanya kita kelola untuk pengeluaran. Bapaknya juga bilang, “Jangan dulu kau pikirkan bagaimana cara memperoleh income yang banyak, tapi pikirkan dulu bagaimana cara kau mengelola pengeluaranmu.”. Selain itu beliau juga mengajarkan bagaimana berinvestasi yang baik. Pokoknya sungguh super EKONOMI(S) sekali ilmu yang didapat dari bapaknya hari ini. Udah gitu, cara ngomong bapaknya masih kebatak-batakan. Peserta di’kau-kau’kan sama bapaknya, serasa dimarah-marahin kali ya, hihihi…🙂 . Kalau aku sih udah biasa😛 .

Okay, dari review yang belepotan ini ambil positifnya saja ya, Pembaca yang budiman… Semoga bermanfaat😉 !

P.S. ACARA PUNCAK DIES NATALIS AIS/STIS Tanggal 15 Oktober!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s