Sawit Bapakmu

Kemaren, aku ke dokter. Lagi gak enak body nih. Hidung meler-meler, tenggorokan sakit banget dan #uhuk, uhuk, batuk sampe malam sebelumnya gak bisa tidur. Sama hari ini, terhitung sudah tiga hari keadaanku begini. Tapi yah, tetep bandel gak ke dokter juga. Baru kemaren akhirnya aku ke klinik kampus. Ini kali keduanya aku ke sana. Pintu klinik terbuka. Dari luar kulihat dokternya bapak-bapak. Sebelumnya waktu aku ke klinik dokternya ibu-ibu. Kalau gak salah, dokter di klinik kampusku emang ada dua. Dan yang aku tahu dari temanku, yang bapak-bapak asalnya dari Siantar. Sama-sama dari Sumut kayak aku. Jadi ada firasat bakal ditanyain sama Dokternya. Aku pun masuk.

“Permisi, Dok.”

“Kenapa kamu? Sakit?”

“Iya, Dok.” (Kalo gak sakit ya ngapaen gua ke sini. -__-“)

“Apa keluhannya?”

“Batuk-batuk, Dok. Tapi tenggorokan perih. Sama flu juga.”

Dokter menulis di catatan. Sementara suster membantu mengambilkan beberapa obat di lemari.

“Siapa namamu?” Doker melihat name tag di seragamku. DWINA NASUTION

“Dwina Wardhani Nasution, Dok.”

“D-w-i-n-a. Dari mana asalmu, Boru Nasution?”

“Labuhanbatu, Pak. Eh, Dok.”

“Di mananya kau di Labuhanbatu? Di Rantauprapatnya? Ini, tanda tangan di sini.”

“Iya, Pak. Di Rantauprapatnya.” (Sambil menandatangani catatan pasien dan menerima obat dari suster.)

“Kalo gitu luaslah sawit bapakmu ya!”

“Hehe… Gak ada kok, Pak.”

“Iya lah, orang Labuhanbatu kan kaya-kaya. Punya sawit semua kan?”

“Punya, Pak. Sawit tetangga. Bapak dari mana rupanya, Pak?” (Udah tahu, nanya! #basa-basi.)

“Bapak dari Siantar. Pernahnya kau ke Siantar?”

“Pernah, Pak. Sekali.”

“SMA mana kau dulu?”

“SMA Plus di Rantonya, Pak.”

“Oh… Jadi luluslah kau tahun depan ya…” (Melihat pangkat balok tiga di bahuku.)

“Iya, Pak, mudah-mudahan.”

“Ya, sukses la kau ya…”

“Iya, Pak. Makasi ya, Pak.” (Kusalam tangan Pak Dokter)

Aku keluar dari klinik sambil mikir. Emang sih, bagi yang tahu Labuhanbatu, pasti beranggapan orang-orangnya kaya-kaya. Punya ladang sawit semua.  Ya padahal gak semuanya juga. Ini karena Kabupaten Labuhanbatu memang kaya akan kelapa sawit dan karet. Dan baru kusadari, waktu ngobrol sama Pak Dokter dari Siantar tadi, panggilanku berubah dari “Dok” menjadi “Pak”! #tepuk jidat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s