Berkenalan Lebih Dekat dengan CAPI

Teman-teman, ada yang beda loh pada pelaksanaan PKL 51 kita kali ini. Udah tau belum? Atau udah pernah dengar sebelumnya tentang yang satu ini? Yup, pada edisi mading kali ini kita akan berkenalan lebih dekat dengan yang namanya CAPI. Cekidot guys!

CAPI itu sendiri merupakan singkatan dari  Computer Assisted Personal Interviewing. Maksudnya ialah teknik interview/pencacahan responden dengan bantuan teknologi komputer, biasanya dengan notebook, laptop, PC tablet atau alat lain yang bisa digunakan. Dalam melakukan survei, pengumpulan data dibantu oleh sebuah program data entri yang sudah terinstall dalam perangkat tersebut dan dibawa ke lapangan untuk langsung direkam/dientri atau dapat kita sebut entri langsung di lapangan.

Mengawali perkembangan salah satu teknik survei yang akan dikembangkan di BPS, tujuan dari penggunaan CAPI ini adalah agar dalam perekaman, pengumpulan dan pengolahan data lebih cepat dan diharapkan lebih akurat karena data terkoreksi langsung di lapangan pada saat itu juga. Selain itu dapat dijadikan bahan pembanding dengan sistem PAPI (Paper And Pencil Interviewing).

Dengan memanfaatkan CAPI tentunya akan dapat meminimalisir biaya yang dikeluarkan akibat penggunaan kertas, pensil, penghapus dan alat-alat manual lainnya. Sejak mendapatkan data di lapangan hingga diolah akan memakan waktu lebih cepat karena data-data yang ada akan tersimpan dalam bentuk softcopy dan segera digabungkan. Program CAPI juga mampu mengolah database yang sudah tersimpan di lapangan sesuai keperluan karena sudah ada fasilitas view reporting database yang tentunya kita tak perlu lagi membuka  database (mysql) lewat browser (phpmyadmin).

Dilihat dari segi kesalahan pencacahan, diharapkan  dengan program ini setidaknya validasi langsung terjadi saat pencacah CAPI mengentrikan field-field yang ada di kuesioner itu dan akan segera tervalidasi per-field-nya serta akan keluar sejumlah pesan kesalahan yang meminta agar pencacah segera meng-cross check kembali data yg dientrinya. Selain itu, proses pengentrian data massal menjadi tidak ada. Penyajian data juga bisa lebih cepat setelah proses pengumpulan dan pengolahan.

Sebenarnya CAPI sudah lama menjadi wacana di BPS dan sudah dirancang dari beberapa tahun lalu. Di BPS CAPI masih diujicobakan tapi belum pernah dipakai dalam survei-survei ataupun sensus yang sering dilaksanakan. Dan baru pada PKL 51-lah Metode CAPI ini diterapkan sedangkan pada PKL tahun-tahun sebelumnya masih menggunakan PAPI lalu dilanjutkan dengan entri data di kampus. Hal ini merupakan salah satu tantangan yang diberikan BPS dan perlu kita respon dengan baik agar ke depannya PKL-PKL berikutnya atau survei-survei dan sensus akan terbantu dengan penerapan metode CAPI ini.

Pada PKL 51 kali ini, CAPI akan diuji pada Survei Pendahuluan 1 untuk melihat hal-hal apa saja yang muncul dari penggunaan program CAPI dari kendala, gangguan dan sebagainya. Setidaknya sebelum Survei Pendahuluan 2, program CAPI sudah selesai selama tidak terjadi perubahan drastis dari daftar pertanyaan yang ada di kuesioner. Karena hal ini sangat berkaitan dengan pembuatan programnya dimana antar field-field saling berkaitan satu sama lain.

Lalu bagaimana prosedurnya dalam pelaksanaan PKL 51? Nantinya setiap TIM akan ada satu PCL yang menerapkan sistem CAPI yang akan melakukan pencacahan dengan laptop. Pencacah akan menginstal program di komputernya dan melakukan sejumlah konfigurasi pada program tersebut. Setelah siap, maka pencacah mulai mewawancarai serta merekam data-data yang didapatkan secara langsung. Bila pada data-data yang divalidasi terdapat error, maka perlu dicek ulang ke narasumebernya. Jika kuesioner telah terisi semuanya, data tersebut akan diekspor dalam  bentuk SQL untuk selnjutnya dikirim ke Kortim dan dilanjutkan ke Korwil. Setelah itu korwil yang menyerahkan data ke seksi pengolahan. Seharusnya aliran data CAPI itu melalui suatu jaringan (Internet). Tapi karena dikhawatirkan tidak semua daerah ter-coverage internet dengan baik, maka digunakan eksternal storage.

Harapannya, dengan adanya program CAPI semoga PKL 51 ini lebih beda, hasilnya lebih cepat, bagus dan mampu menjawab tantangan dari BPS. Selain itu dapat memberikan gambaran tentang penggunaan CAPI di suatu survei. Bila BPS mulai menerapkannya, artinya ketika terjun ke dunia kerja nanti kita sudah mempunyai pengalaman yang berkesan dari awal perencanaan hingga pasca lapangan. Dan semoga data-data yang dihasilkan dapat digunakan dalam menganalisis indikator-indikator yang diajukan. Pada akhirnya kita mampu menjawab permasalahan yang ada sehingga dapat membantu dalam penentuan kebijakan yang perlu dilaksanakan pemerintah daerah setempat. Semangat PKL 51 !!!😀

(Reporter: Dwina, Narasumber: Fahmi & Hanif)

Konten Mading PKL Angkatan 51 AIS/STIS 2012. Edisi kedua.

3 thoughts on “Berkenalan Lebih Dekat dengan CAPI

  1. Andi Syamsu Rijal says:

    Menarik informasinya, kami akan mencoba aplikasi ini di pendataan sdm kebudayaan kerjasama dengan STIS [pak Dokhi, Pak agung dll)

  2. Rhendy says:

    Boleh ijin pakai fotonya tidak Mba? Buat ilustrasi saja dan biar pimpinan saya tau kalau BPS sedang survei pakai CAPI itu gimana..

    Makasi ya..

    Rhendy – Pusdatin Kementan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s